Tinjauan Pasar : CPI AS Jadi Spotlight Hari Ini
|Harga emas melemah setelah capai titik tertinggi Juni. Antisipasi jelang data inflasi Amerika malam nanti dan perundingan AS-Iran yang masih menghadapi jalan buntu mendorong pasar bergerak terbatas karena factor fundamental berimbang.
Emas kembali terjebak dibawah $4,400, sementara Dolar AS masih mempertahankan posisinya dibawah 100. Disisi lain, Harga minyak menguat capai $83 per barel karena Selat Hormuz masih ditutup.
Key Highlights
- Harga emas kembali terkoreksi setelah melampaui level $4,400 pada Senin (10/8). Sentimen pasar yang ber-imbang antara kewaspadaan tentang suku bunga the Fed jelang data Inflasi dan ketidakpastian geopolitik menjadikan para trader waspada.
- Indeks Dolar AS bergerak datar - ditutup stabil pada level 99.82.
- Jelang laporan CPI malam ini, Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga the Fed September stabil dibawah 50% - turun hingga 43% sejak data tenaga kerja AS yang lambat dimulai dari ADP hingga NFP. Persentase ini turun dari sekitar 70% pada akhir Juli.
- Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga the Fed Desember masih bertahan diatas 70%. Namun persentase ini turun dari sekitar 87% pada akhir Juli.
- Pada Rabu (12/8), focus pasar akan lebih tertuju pada data inflasi AS (CPI). Namun jika negosiasi Hormuz gagal atau terjadi insiden militer baru maka volatilitas akan meningkat lebih besar dan dampak data bisa saja terabaikan.
- Pemerintah Iran menegaskan bahwa saat ini tidak ada perundingan langsung dengan AS. Komunikasi berlangsung melalui mediator. Dalam hal ini, Oman merupakan mediator kunci
Market Movement
Hingga akhir perdagangan Selasa (11/8), Emas kembali terkoreksi dibawah $4,400 karena ketidakpastian di Selat Hormuz dan investor menunggu signal dari CPI.
Dipasar gulir, harga emas berakhir melemah sekitar $19.80 atau 0.45% berakhir pada level $4,369.35 per ons.
Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Desember berakhir turun sekitar $8.60 atau 0.19% berakhir pada level $4,411.10 per ons.
Harga minyak berakhir menguat - karena Ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz terus memicu kekhawatiran pasokan. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Selasa (11/8) pada pukul 04:00 WIB:
* OIL (SPOT) : $82.21 , +$0.78 / +0.96%
* WTI : $83.20 , +$1.07 / +1.30%
* BRENT : $88.91 , +$1.19 / +1.36%
* NGAS : $2.7680 , -$0.011 / -0.40%
Indeks Dolar AS stabil dan hampir tidak bergerak, diperdagangkan tetap pada level 99.82. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Selasa (11/8) pada pukul 04:00 WIB:
* AUDUSD : 0.70595 , +8 / +0.11%
* EURUSD : 1.15396 , 0 / 0.00%
* GBPUSD : 1.35067 , +2 / +0.01%
* NZDUSD : 0.58797 , -1 / -0.02%
* USDJPY : 159.283 , 0 / 0.00%
* USDCAD : 1.39224 , -15 / -0.11%
* USDCHF : 0.81069 , +6 / +0.07%
* USDCNH : 6.74501 , -3 / 0.00%
Sentimen
Pada Rabu (12/8), focus pasar akan lebih tertuju pada data inflasi AS (CPI). Namun jika negosiasi Hormuz gagal atau terjadi insiden militer baru maka volatilitas akan meningkat lebih besar dan dampak data bisa saja terabaikan.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa saat ini tidak ada perundingan langsung dengan AS. Komunikasi berlangsung melalui mediator. Dalam hal ini, Oman merupakan mediator kunci.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.