fxs_header_sponsor_anchor

Emas Dijual usai Inflasi AS Tinggi, tetapi US$4.100 Bisa Jadi Batas Bawah

Emas (XAU/USD) sedang pulih dari aksi jual tajam yang dipicu oleh data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih panas dari yang diprakirakan yang dirilis pada hari Rabu. Logam mulia ini sempat anjlok menuju US$4.073 saat para investor meningkatkan spekulasi mereka atas kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) lebih lanjut sebelum pulih ketika imbal hasil Treasury AS dan Dolar AS (USD) berbalik dari kenaikan awal mereka.

Sekilas, laporan inflasi tersebut memberikan hampir semua yang diinginkan para penjual Emas. Harga konsumen meningkat lebih cepat, inflasi yang mendasarinya terbukti lebih persisten dari yang diprakirakan, dan para pedagang dengan cepat menilai ulang kemungkinan pengetatan moneter tambahan.

Namun perkembangan yang paling mengungkap mungkin bukan penurunan awalnya. Melainkan seberapa cepat para pembeli kembali. Meski mendapat tekanan baru dari strategi perdagangan sistematis dan prospek yang lebih hawkish untuk kebijakan moneter AS, Emas terus menarik permintaan di sekitar wilayah harga yang berulang kali menahan penurunan sejak musim panas.

Ketahanan itu memunculkan pertanyaan penting: apakah aksi jual terbaru ini merupakan awal dari breakdown yang lebih dalam, atau episode lain di mana investor spekulatif menjual ke dalam permintaan dari para pembeli dengan horizon investasi yang lebih panjang?

Inflasi yan Panas Memberikan Apa yang Dibutuhkan Pelaku Pasar yang Pesimis terhadap Harga Emas

Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) bulan September menunjukkan bahwa inflasi utama meningkat ke 3,7% YoY, dibandingkan 3,4% pada bulan Agustus dan ekspektasi pasar sebesar 3,6%. Inflasi inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang volatil, juga meningkat ke 2,6% dari 2,4%, melampaui konsensus 2,5%.

Economic Calendar. Source: FXStreet.

Angka-angka tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan inflasi menyebar melampaui energi dan bahwa The Fed mungkin perlu mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama dari yang sebelumnya diprakirakan. Pasar bereaksi sesuai dengan itu. Probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan Oktober meningkat tajam segera setelah laporan tersebut, sementara ekspektasi untuk kenaikan lainnya pada bulan Desember menguat.

Reaksi awalnya sangat tidak menguntungkan bagi Emas. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak berimbal hasil, sementara imbal hasil Treasury yang naik dan Dolar AS yang lebih kuat umumnya mengurangi daya tariknya.

Kombinasi tersebut awalnya membawa harga ke area support yang sebelumnya sudah menarik para pembeli selama koreksi-koreksi sebelumnya. Namun, tekanan jual tersebut tidak semata-mata didorong oleh para investor yang menilai ulang ekspektasi inflasi. Kelompok pelaku pasar lain tampaknya memainkan peran penting.

Tekanan Jual yang Sebenarnya Datang dari Pedagang Sistematis

Menurut TD Securities, laporan inflasi yang lebih kuat memicu aksi jual signifikan dari Commodity Trading Advisors (CTA), strategi investasi yang sering mengandalkan tren harga dan sinyal perdagangan sistematis. Bank tersebut menjelaskan bahwa "CTA telah menjadi penjual besar emas di tengah angka inflasi yang lebih tinggi dari yang diprakirakan dan karena harga telah menemukan resistance kuat di dekat level US$4.200/ons."

Episode terbaru ini mengikuti beberapa pekan reposisi spekulatif. Dalam analisis sebelumnya mengenai posisi kontrak berjangka Emas, TD Securities melaporkan bahwa investor spekulatif telah mengurangi eksposur beli sambil meningkatkan posisi jual selama tiga minggu berturut-turut. Bank tersebut juga mengidentifikasi sekitar US$4.300 sebagai ambang penting untuk memicu short covering dari strategi sistematis.

Dengan demikian, kejutan inflasi terbaru datang di pasar di mana investor spekulatif sudah berada dalam posisi defensif. Namun tekanan jual dari CTA tidak serta-merta berarti semua investor meninggalkan Emas. Memang, bank tersebut mengidentifikasi kategori arus lain yang bergerak ke arah berlawanan.

Pembeli Tidak Menghilang. Mereka Menunggu di Level yang Lebih Rendah

Salah satu temuan terpenting dalam riset terbaru TD Securities adalah kuatnya permintaan yang terus menyerap tekanan jual spekulatif. Meskipun para pedagang sistematis semakin memperbesar posisi bearish, bank tersebut mencatat bahwa arus pembelian yang mengimbanginya "pada akhirnya telah memberikan dukungan kuat bagi harga Emas." TD Securities menambahkan, "Kami memperkirakan arus pembelian ini akan tetap kuat, terutama di kisaran US$4.000–US$4.100 per ons."

Penilaian tersebut memperkuat pandangan bahwa penurunan harga Emas belakangan ini lebih mencerminkan tarik-menarik antara kelompok investor yang berbeda daripada aksi likuidasi kepemilikan Emas secara luas. Para pedagang jangka pendek bereaksi terhadap kenaikan inflasi, perubahan ekspektasi suku bunga, dan memburuknya momentum harga. Sementara itu, kelompok investor lainnya tampaknya justru memanfaatkan harga yang lebih rendah untuk menambah kepemilikan Emas.

Perbedaan perilaku tersebut sejalan dengan kesenjangan posisi investor yang telah disoroti sebelum rilis data IHK AS. Saat itu, TD Securities menemukan bahwa minat beli dari investor diskresioner dan Exchange-Traded Funds (ETF) masih bertahan, meskipun strategi perdagangan sistematis cenderung mengambil posisi bearish.

Gold ETF flows. Source: World Gold Council

Hal ini menciptakan dinamika pasar yang berpotensi penting. Saat para pedagang spekulatif melikuidasi posisi beli atau membuka posisi jual baru, mereka menghasilkan tekanan jual langsung. Namun jika investor lain menyerap pasokan tersebut, pasar dapat stabil tanpa memerlukan perbaikan signifikan dalam lingkungan makroekonomi.

Selain itu, pengurangan eksposur beli spekulatif pada akhirnya dapat mengurangi kumpulan investor yang rentan terhadap likuidasi paksa. Itu tidak secara otomatis membentuk dasar pasar. Namun, itu berarti hubungan antara berita negatif dan penurunan harga dapat melemah seiring posisi menjadi semakin defensif.

Rebound terbaru menunjukkan bahwa mekanisme ini mungkin sudah bekerja di sekitar US$4.100.

Pasar Obligasi Baru Saja Menantang Narasi Bearish Emas

Mungkin perkembangan paling mengejutkan setelah laporan inflasi terjadi di pasar Treasury AS. Imbal hasil obligasi awalnya meningkat karena para pedagang memperhitungkan probabilitas yang lebih besar atas pengetatan The Fed tambahan. Namun, pergerakan tersebut kemudian berbalik, dengan imbal hasil Treasury acuan 10 tahun turun ke level terendah tiga minggu pada hari Kamis.

Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun. Sumber: CNBC

Salah satu katalis yang mungkin berada di balik pembalikan ini muncul dari Tiongkok. Menurut laporan Bloomberg, Tiongkok diam-diam telah mengakumulasi sekuritas Treasury AS melalui kustodian di luar Amerika Serikat.

Pengungkapan ini memberikan kemungkinan penjelasan atas permintaan yang kembali muncul terhadap utang pemerintah AS. Ketika para investor membeli Treasury, harga obligasi naik dan imbal hasil turun. Mekanisme ini dapat memberikan kelegaan bagi Emas dengan mengurangi biaya peluang memegang aset yang tidak berimbal hasil. Dolar AS (USD) juga mundur dari level tertingginya dalam sekitar 18 bulan, memperkuat pemulihan logam mulia tersebut.

Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen menyoroti pentingnya perkembangan ini dalam komentar yang dilaporkan Reuters: "Imbal hasil riil yang turun dan permintaan investasi yang tangguh membantu emas pulih dari aksi jual pasca-IHK, tetapi prospek teknisnya tetap rapuh."

Bagi Emas, pertanyaan kuncinya adalah apakah permintaan obligasi dapat berkontribusi pada penurunan imbal hasil Treasury yang berkelanjutan, meskipun inflasi tetap tinggi dan The Fed mempertahankan bias pengetatan. Jika imbal hasil terus mundur sementara permintaan investasi tetap tangguh, Emas bisa menemukan dukungan tambahan meskipun latar belakang inflasi tidak menguntungkan.

Rebound terbaru ini dengan demikian menyoroti kontradiksi penting: laporan inflasi memberi alasan bagi para penjual Emas untuk mendorong harga lebih rendah, tetapi respons pasar obligasi mungkin telah mengurangi sebagian tekanan yang dibutuhkan untuk mempertahankan penurunan tersebut.

US$4.100 Mulai Menjadi Kandidat Dasar, tetapi US$3.940 Tetap Menjadi Ujian Sesungguhnya

Grafik harian Emas (XAU/USD). Sumber: FXStreet.

Grafik harian semakin menegaskan pentingnya zona support yang lebih luas, yang sebelumnya menjadi penahan penurunan harga Emas. Saat ini, Emas bergerak di bawah Simple Moving Average (SMA) 50 hari, 100 hari, dan 200 hari, masing-masing di sekitar US$4.335, US$4.246, dan US$4.524. Kondisi ini menunjukkan bahwa tren secara keseluruhan masih berada di bawah tekanan meskipun harga berhasil pulih pada Kamis.

Namun, area US$4.100 terus menarik minat pembeli setelah beberapa kali berhasil dipertahankan sejak akhir September. Penurunan pada Rabu yang membawa harga mendekati US$4.073 sempat menyeret Emas ke bawah level tersebut, tetapi tidak berlanjut menjadi penembusan yang bertahan.

Pentingnya zona support ini tidak terbatas pada level US$4.100. Sepanjang musim panas, Emas berulang kali menemukan permintaan di sekitar US$4.000. Karena itu, zona yang lebih luas di US$4.100–US$3.940 menjadi area krusial untuk menilai apakah para pembeli jangka panjang masih bersedia menyerap tekanan jual spekulatif.

Penembusan tegas di bawah US$3.940 akan melemahkan pandangan bahwa konsolidasi belakangan ini merupakan fase akumulasi yang berkelanjutan. Kondisi tersebut dapat membuka peluang koreksi lebih dalam. Sebaliknya, jika zona support yang lebih luas ini mampu bertahan, hal itu menunjukkan bahwa pasar masih sanggup menyerap tekanan jual meskipun lingkungan suku bunga kurang mendukung.

Di sisi atas, area US$4.200–US$4.225 masih menjadi hambatan penting pertama setelah berulang kali menggagalkan upaya pemulihan dalam beberapa pekan terakhir. Penembusan berkelanjutan di atas zona tersebut dapat membuka jalan menuju SMA 100 hari di sekitar US$4.246, disusul area US$4.300–US$4.335, tempat SMA 50 hari berdekatan dengan ambang batas penting bagi posisi perdagangan sistematis.

Zona terakhir ini menjadi sangat penting karena TD Securities sebelumnya mengidentifikasi US$4.300 sebagai level yang dapat mendorong aksi penutupan posisi jual tambahan oleh Commodity Trading Advisors (CTA). Pemulihan di atas ambang tersebut berpotensi memicu tekanan beli lanjutan ketika strategi perdagangan sistematis menyesuaikan posisi mereka. Jika kenaikan berlanjut, perhatian akan beralih ke SMA 200 hari di sekitar US$4.524, meskipun pemulihan sejauh itu membutuhkan perbaikan kondisi pasar yang lebih meyakinkan.

Untuk saat ini, grafik harian menunjukkan bahwa Emas masih berupaya membentuk dasar harga, bukan mengonfirmasi pembalikan tren menjadi bullish.

Pergerakan Emas Berikutnya Mungkin Bergantung pada Siapa yang Lebih Dulu Kehabisan Keyakinan

Laporan inflasi terbaru tampaknya semakin memperkuat prospek bearish bagi Emas. Harga konsumen terus meningkat, The Fed mempertimbangkan pengetatan moneter tambahan, sementara para pedagang sistematis semakin memperbesar tekanan jual.

Namun, reaksi pasar menunjukkan gambaran yang lebih kompleks. Emas berhasil pulih dari penurunan setelah rilis data IHK, imbal hasil obligasi pemerintah AS berbalik turun setelah sempat melonjak, dan minat beli terus bermunculan di sekitar zona support yang berulang kali berhasil membendung pelemahan harga.

Tarik-menarik antara tekanan jual spekulatif dan permintaan yang tetap kuat kini menjadi semakin penting. Jika inflasi bertahan tinggi dan imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang kembali menanjak, aksi jual sistematis berpotensi semakin agresif hingga akhirnya melampaui kekuatan permintaan yang selama ini menopang Emas di sekitar US$4.100.

Sebaliknya, jika imbal hasil obligasi pemerintah AS terus menurun sementara Emas mampu mempertahankan zona support yang lebih luas di US$4.100–US$3.940, posisi bearish yang telah terakumulasi justru dapat menjadi sumber tekanan beli di kemudian hari, bukan hambatan berkepanjangan bagi pemulihan harga.

Karena itu, sinyal terpenting mungkin bukan seberapa agresif investor menjual Emas setelah munculnya data ekonomi yang kurang menguntungkan, melainkan seberapa kecil penurunan tambahan yang akhirnya ditimbulkan oleh tekanan jual tersebut.

Untuk saat ini, US$4.100 belum dapat dipastikan sebagai titik terendah. Namun, kesediaan para pembeli untuk berulang kali mempertahankan area tersebut menunjukkan bahwa pasar belum siap membiarkan harga Emas jatuh lebih dalam dari level itu.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.