fxs_header_sponsor_anchor

Analisis

Rapat Kebijakan The Fed Malam Ini Menjadi Pusat Perhatian

Sentimen pasar saham kembali membaik kemarin. Nasdaq mencatatkan kenaikan selama tiga sesi berturut-turut, sehingga total penguatannya sejak Jumat mencapai 2,4%. Sementara itu, Indeks Semikonduktor Philadelphia, yang menjadi barometer sentimen terhadap kecerdasan buatan (AI), telah melonjak lebih dari 8%. Perkembangan ini mengindikasikan bahwa kekhawatiran terhadap belanja investasi dan pembiayaan AI, setidaknya untuk sementara, mulai mereda. Laporan keuangan Microsoft dan Alphabet yang akan dirilis setelah penutupan pasar menjadi ujian penting berikutnya. Dalam perdagangan harian, sentimen tersebut turut mendukung Dolar AS. Penguatan Dolar AS ketika minat terhadap aset berisiko meningkat memang bertentangan dengan korelasi tradisional, tetapi sebagian dapat dijelaskan oleh besarnya eksposur perekonomian AS terhadap sektor AI. Sementara itu, EUR/USD merosot hampir 50 pip dari 1,1174 ke 1,1125 melalui penurunan bertahap sepanjang hari. Pada perdagangan Asia pagi ini, pasangan mata uang tersebut semakin mendekati level terendah tahun berjalan di 1,1113, dan tampaknya penembusan ke bawah level tersebut bahkan tidak perlu menunggu sinyal hawkish dari The Fed hari ini (lihat pembahasan di bawah). EUR/GBP juga menguji level terendah dalam beberapa tahun yang tercatat pada Oktober, di sekitar 0,863. Penguatan Pound Sterling yang mengesankan antara lain didorong oleh kepercayaan investor terhadap agenda fiskal Perdana Menteri Burnham, yang membantu menurunkan premi risiko. Kini, Menteri Keuangan harus membuktikan komitmen disiplin anggaran yang diharapkan pasar melalui kebijakan nyata dalam pengumuman Anggaran Musim Gugur (Autumn Budget) yang sangat dinantikan hari ini. Sementara itu, pergerakan obligasi pemerintah utama kemarin relatif terbatas. Obligasi pemerintah Jerman (Bund), dengan penurunan imbal hasil sebesar 0,2–2,4 basis poin, mencatatkan kinerja lebih baik dibandingkan obligasi pemerintah AS (Treasury), yang imbal hasilnya naik 0,5–2 basis poin, setelah sedikit penurunan harga energi memberikan dukungan. Namun, harga minyak Brent (US$116) dan gas alam (TTF €98) kembali melanjutkan tren kenaikan pagi ini. Keduanya berada jauh di atas asumsi ECB dalam skenario ekonomi yang memburuk.

Pertemuan kebijakan The Fed malam ini menjadi pusat perhatian pasar. Ekspektasi pasar uang yang sebelumnya semakin mengarah pada kenaikan suku bunga untuk kedua kalinya secara berturut-turut pada Oktober kini bergeser menjadi keputusan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%–4,00%, setelah sejumlah pejabat penting The Fed menolak gagasan kenaikan segera. Gubernur Waller, misalnya, menyatakan bahwa tidak ada kebutuhan mendesak untuk menaikkan suku bunga. Setelah data PCE Agustus lebih rendah dari konsensus, meskipun dipengaruhi faktor statistik yang tidak biasa, serta laporan ketenagakerjaan September yang mengecewakan, keputusan mempertahankan suku bunga hampir dianggap pasti. Namun, rangkaian data terbaru justru menunjukkan gambaran berbeda, termasuk Indeks Harga Konsumen (IHK) September, dengan inflasi utama meningkat menjadi 3,7% dan inflasi inti mencapai 2,6%, serta PMI Oktober, yang menunjukkan perekonomian AS mencatatkan momentum pertumbuhan terkuat sejak 2015, di luar periode pandemi Covid. Kami memprakirakan data ekonomi yang segera dirilis, termasuk PDB kuartal ketiga dan PCE September besok, akan menyampaikan pesan serupa. Hal ini penting karena The Fed di bawah kepemimpinan Warsh lebih memperhatikan tren ekonomi daripada satu data tertentu. Kondisi tersebut membuat keputusan mempertahankan suku bunga semakin sulit diterima pasar, terutama investor obligasi pemerintah AS bertenor panjang, kecuali disertai sinyal hawkish. Skenario tersebut akan mendukung imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor pendek, yang dalam beberapa hari terakhir mulai pulih setelah mengalami penurunan sepanjang Oktober. Kenaikan suku bunga pada Desember sudah diperhitungkan pasar. Dolar AS seharusnya mendapat dukungan dari The Fed yang mampu menaikkan suku bunga ketika perekonomian masih kuat. EUR/USD berisiko menembus support 1,11, terutama karena pelemahan Euro yang belum mereda. Jika momentum teknis penurunan berlanjut, kami melihat 1,0882, yang merupakan level Fibonacci retracement 61,8% dari penurunan Dolar AS sepanjang 2025–2026, serta area 1,05 sebagai acuan berikutnya.

Berita dan Pandangan

Perbedaan pandangan muncul di internal Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ), dengan para anggota komite kebijakan moneter terpecah tajam dalam keputusan pagi ini. Gubernur Breman memberikan suara penentu dalam pemungutan suara 4 berbanding 3 untuk mempertahankan suku bunga acuan di 2,75%, alih-alih menaikkannya menjadi 3%. Pasar uang sebelumnya telah memperhitungkan kenaikan suku bunga dengan probabilitas 95%, sehingga keputusan tersebut menjadi kejutan besar bagi pasar. Kurva imbal hasil obligasi pemerintah Selandia Baru mengalami bull steepening, ketika imbal hasil turun hingga 10 basis poin pada tenor pendek dan 3 basis poin pada tenor sangat panjang. Dolar Selandia Baru merosot sekitar 100 poin, dengan NZD/USD di sekitar 0,56 dan semakin mendekati support teknis 0,5580/65. Anggota komite yang mendukung keputusan mempertahankan suku bunga berpendapat bahwa langkah tersebut memberikan waktu untuk mengevaluasi dampak dua kenaikan suku bunga sebelumnya serta perkembangan ekonomi terbaru. Mereka menilai bahwa meskipun semakin banyak kelompok barang dan jasa mengalami kenaikan harga yang signifikan, perkembangan ini sebagian besar sudah diprakirakan. Selain itu, perusahaan-perusahaan belum menaikkan margin keuntungan karena lemahnya permintaan domestik. Sebaliknya, anggota yang mendukung kenaikan suku bunga menekankan bahwa inflasi inti telah cukup lama berada di atas tingkat yang konsisten dengan target inflasi utama pada titik tengah kisaran sasaran. Kondisi ini meningkatkan risiko inflasi semakin mengakar dalam perilaku penetapan harga. Mereka juga memberikan perhatian lebih besar pada ketahanan permintaan agregat dan meyakini bahwa tindakan segera dapat mencegah tekanan inflasi berkepanjangan, sekaligus mengurangi risiko perlunya kenaikan suku bunga yang lebih besar di kemudian hari. Seluruh anggota sepakat bahwa pengetatan moneter lebih lanjut kemungkinan masih diperlukan, tetapi pelaksanaannya tetap bergantung pada prospek ekonomi. Hal ini menjelaskan mengapa pasar uang Selandia Baru belum mengesampingkan kemungkinan pengetatan moneter dan masih memperhitungkan probabilitas sekitar 85% bahwa RBNZ akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya pada Desember.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.