Penyelamatan Bersejarah Yen Jepang Mulai Kehilangan Tenaga
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel AsliYen Jepang mencatat pemulihan tajam sekitar 900 poin setelah intervensi bersejarah AS–Jepang.setelah intervensi bersejarah AS–Jepang. Kurang dari tiga minggu kemudian, penyelamatan itu sudah menunjukkan tanda-tanda memudar. Yen memang sedikit diuntungkan oleh Dolar AS yang lebih lemah, tetapi tren penurunannya kemungkinan akan berlanjut karena tekanan mendasar pada mata uang ini belum hilang.
Intervensi mata uang AS–Jepang yang bersejarah dan terkoordinasi pada 30–31 Juli memicu reli besar pada Yen Jepang (JPY), dari level terendah 40 tahun di dekat 164,00 ke sekitar 155,00 terhadap Dolar AS. Ini merupakan aksi bersama pertama antara kedua negara sejak 1998, yang secara khusus ditujukan untuk membeli dan menguatkan Yen.
Namun, operasi yang diperkirakan bernilai hingga US$85 Miliar atau intervensi dua hari terbesar yang pernah tercatat di luar Oktober 2011, ternyata tidak lebih tahan lama dibandingkan intervensi sebelumnya karena kekuatan struktural seperti utang publik yang sangat besar dan kesenjangan suku bunga yang lebar sejak itu membuat Yen melepaskan sebagian besar kenaikan pemulihannya.
Grafik Harian USD/JPY
Meski Bank of Japan yang lebih hawkish bisa mempertahankan Yen, fundamental Jepang mungkin akan terus membebani mata uang yang tertekan ini dan membatasi harapan akan penguatan yang berkelanjutan dalam jangka pendek.
Utang Pemerintah Jepang yang Sangat Besar Tetap Menjadi Perhatian Utama
Posisi fiskal Jepang tetap rapuh. Rasio utang terhadap PDB melampaui 200%, yang merupakan yang tertinggi di antara ekonomi maju utama.
Usulan terbaru di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk memangkas pajak konsumsi atas makanan dari 8% menjadi 1% selama dua tahun mulai April 2027, dipadukan dengan tunjangan tunai yang ditargetkan, akan menambah puluhan miliar dolar ke defisit. Tanpa sumber pendanaan yang final, paket ini telah meningkatkan kekhawatiran terhadap meningkatnya tekanan fiskal dan keberlanjutan utang publik Jepang yang sangat besar
BoJ Menghadapi Kendala Berat dalam Menormalkan Kebijakan Moneter
Ekspektasi kenaikan suku bunga agresif oleh Bank of Japan telah memicu skeptisisme mengenai apakah Jepang dapat membayar kewajibannya tanpa mengganggu pasar pendapatan tetap global.
Meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi global akibat konflik di Timur Tengah mendorong imbal hasil Obligasi Pemerintah Jepang/Japanese Government Bond (JGB) bertenor 10 tahun ke level yang belum terlihat sejak September 1996. Hal ini mengancam akan mendorong biaya pembayaran utang melampaui baseline anggaran pemerintah, yang dapat sangat membatasi kapasitas BoJ untuk memperketat kebijakan moneter.
Carry Trade Yen Kemungkinan akan Tetap Berlangsung
Durasi dan batas atas akhir dari siklus kenaikan suku bunga BoJ jauh lebih penting daripada lajunya. Para analis melihat suku bunga terminal mencapai puncaknya di antara 1,50% dan 2,00% pada pertengahan 2027.
Bahkan jika skenario ini menjadi kenyataan, suku bunga kebijakan di Jepang tetap akan sangat rendah menurut standar global. Federal Reserve AS diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tetap tinggi lebih lama di tengah kekhawatiran terhadap inflasi yang didorong energi. Hal ini akan mendorong investor untuk terus meminjam dengan biaya murah dalam Yen guna mendanai investasi pada aset asing dengan imbal hasil lebih tinggi, sehingga carry trade klasik tetap aktif.
Potensi Bearish JPY Tampaknya Tetap Utuh
Kecuali BoJ mengambil langkah yang sangat berani untuk menaikkan suku bunga secara lebih agresif, setiap upaya pemulihan JPY kemungkinan akan segera memudar. Namun, BoJ menghadapi dilema kebijakan yang sulit di tengah kendala yang ditimbulkan oleh keuangan publik dan bisa mempertahankan sikap hati-hati terkait kenaikan suku bunga di masa depan. Ini menunjukkan bahwa jalur yang paling mungkin bagi JPY tetap ke sisi bawah.
Secara keseluruhan, intervensi pada bulan Juli membuktikan bahwa Jepang dan Amerika Serikat masih dapat memicu pergerakan jangka pendek yang kuat pada Yen. Namun ini tidak berarti tren pelemahan mendasarnya dapat dibalik dengan mudah. Pergerakan ini sangat mungkin terbukti sia-sia, dan kita kemungkinan akan melihatnya dalam beberapa minggu ke depan.
Prospek Teknis Yen Jepang
Penurunan yang dipicu intervensi mengonfirmasi penembusan di bawah batas bawah dari ascending channel yang telah terbentuk dengan baik, yang membentang dari level terendah April 2025. Selain itu, pemulihan terbaru selama sekitar dua minggu terakhir gagal di dekat titik penembusan support tersebut. Ini menunjukkan bahwa tren yang lebih luas untuk pasangan mata uang USD/JPY tetap bearish meskipun terjadi rebound terbaru.
Grafik Mingguan USD/JPY
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) bertahan di wilayah negatif dengan garis berada di bawah sinyalnya dan histogram yang sedikit negatif, sementara Relative Strength Index (RSI) di dekat 50 mengisyaratkan momentum bullish yang memudar alih-alih kondisi jenuh jual yang jelas.
Setiap upaya pemulihan kemungkinan akan menghadapi resistance terdekat di dasar saluran sebelumnya di sekitar 160,00, yang kini bertindak sebagai batas atas pertama. Pada sisi bawah, level terendah awal Agustus di sekitar 155,25 dapat memberikan support bagi pasangan mata uang USD/JPY. Penembusan yang meyakinkan di bawahnya akan membuka peluang untuk melanjutkan penurunan korektif terbaru dari level tertinggi empat dekade
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.