Pasar Saham AS Mencapai Rekor Tertinggi Baru
|- Kabar buruk dari pasar tenaga kerja ternyata menjadi kabar baik bagi S&P 500.
- Euforia membuat pasar saham rentan terhadap kejutan yang tidak menyenangkan.
S&P 500 mencatat pekan terbaiknya sejak April dan mencapai penutupan rekor, didorong oleh pendapatan perusahaan yang kuat dan menurunnya kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut. Laporan ketenagakerjaan AS yang lemah memicu hal ini. Kabar buruk dari pasar tenaga kerja ternyata menjadi kabar baik bagi indeks saham AS.
Menurut FactSet, dari 440 perusahaan S&P 500 yang sudah melaporkan, 86% melampaui prakiraan. Pertumbuhan laba perusahaan melebihi 50%, yang merupakan hasil terbaik sejak kuartal kedua 2021. Estimasi para analis Wall Street terlampaui sebesar 29%. Hasil yang mengesankan seperti ini belum terlihat sejak 2008.
Laporan pendapatan yang positif kembali memicu minat investor terhadap Big Tech. Sementara S&P 500 dan Indeks Dow Jones naik lebih dari 3% sepanjang pekan, Nasdaq Composite naik lebih dari 5%. Rotasi menuju saham-saham perusahaan yang sensitif terhadap kondisi ekonomi berbalik arah, yang semakin memicu FOMO.
Ada rasa euforia di pasar saham, dengan Bank of America mencatat bahwa rasio bull-to-bear telah mencapai level tertingginya sejak 2021. Ini merupakan tanda yang mengkhawatirkan, karena kejutan yang tidak menyenangkan dapat menggagalkan pasar saham. Konflik di Timur Tengah dan rilis data inflasi AS untuk bulan Juli menjadi sumber kekhawatiran.
Secara formal, kesepakatan antara Iran dan Oman akan mengarah pada pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, Teheran bersikeras bahwa tuntutannya terkait reparasi, penarikan pasukan AS dari kawasan tersebut, dan pencabutan sanksi Barat harus dipenuhi sebelum hal itu dapat terjadi. Tuntutan ini berlebihan, yang meningkatkan risiko eskalasi konflik. Kenaikan risiko geopolitik dapat berdampak negatif pada S&P 500.
Apakah percepatan inflasi di AS juga demikian? Kenaikan moderat pada harga konsumen dan indikator inflasi inti secara month-on-month diprakirakan terjadi pada bulan Juli. Hal ini secara efektif akan menutup kemungkinan pengetatan apa pun oleh The Fed pada bulan September. Namun, dengan CPI yang meningkat, kemungkinan kenaikan suku bunga federal funds akan kembali naik, menciptakan hambatan bagi S&P 500.
Secara keseluruhan, pendapatan perusahaan yang kuat dan menurunnya kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut memberikan dukungan bagi pasar ekuitas AS. Namun, euforia yang melanda pasar membuat S&P 500 rentan terhadap kejutan yang tidak menyenangkan.
Ringkasan: S&P 500 telah mencapai rekor tertinggi baru berkat pendapatan yang kuat dan harapan akan The Fed yang dovish, tetapi euforia pasar membuatnya rentan terhadap risiko inflasi dan geopolitik.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.