Minyak Menembus Naik saat Risiko Hormuz Membuat Pembeli Tetap Bertahan
|Minyak memulai pekan dengan pijakan yang lebih kuat, dengan WTI mendorong keluar dari struktur zig-zag Elliott Wave korektif saat risiko geopolitik di sekitar Selat Hormuz terus menopang pasar.
Gambaran teknis mulai membaik. Setelah mencapai puncak di dekat US$94 pada akhir Juli, WTI bergerak melalui urutan korektif klasik A-B-C, dengan gelombang C menemukan support di pertengahan US$70-an, dekat area Fibonacci retracement 78,6%. Harga sejak itu telah memantul menuju US$79–80, dan pergerakan terbaru menunjukkan minyak mentah berupaya keluar dari pola zig-zag menurun.
Pergerakan berkelanjutan di atas garis tren korektif akan memperkuat argumen bahwa pullback telah selesai. US$80–81 adalah area pertama yang harus diperhatikan, diikuti oleh retracement 38,2% di dekat US$84. Di sisi bawah, pertengahan US$70-an tetap menjadi zona support utama.
Faktor fundamental memberi alasan bagi para pembeli untuk tetap terlibat.
Ketidakpastian seputar Selat Hormuz tetap menjadi premi risiko yang dominan. Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington sedang "semi-bernegosiasi" dengan Iran, mengarah pada tekanan ekonomi yang berlanjut alih-alih eskalasi militer segera. Iran dan Oman juga dilaporkan semakin dekat pada kesepakatan mengenai rute pelayaran melalui Hormuz, meskipun pembukaan kembali jalur perairan secara lebih luas mungkin masih bergantung pada kemajuan dalam negosiasi AS–Iran.
Hal itu membuat pasar terjebak di antara prospek kemajuan diplomatik dan risiko bahwa gangguan terhadap salah satu rute transit minyak mentah terpenting di dunia tetap berlanjut.
Namun, para spekulan menjadi lebih berhati-hati. Money managers memangkas posisi net-long WTI NYMEX sebesar 7.257 lot menjadi 101.050, sementara posisi beli bersih ICE Brent turun sebesar 20.361 lot menjadi 164.722, menandai penurunan mingguan kedua berturut-turut. Pengurangan posisi bullish ini bisa menjadi penting jika penembusan teknis semakin menguat, karena posisi yang tersisih atau baru saja dikurangi mungkin terpaksa menilai ulang.
Sinyal pasokan AS juga membaik. Jumlah rig minyak meningkat tiga menjadi 454, level tertinggi sejak Mei 2025, sementara ekspor minyak mentah tetap tinggi karena pembeli internasional terus mencari barel alternatif.
Intisari pembukaan: Koreksi Elliott Wave WTI tampaknya mulai memberi jalan bagi upaya penembusan. Dengan ketidakpastian Hormuz yang masih menopang premi geopolitik, dorongan bersih menembus US$80–81 bisa membuat US84 kembali menjadi fokus.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.