fxs_header_sponsor_anchor

Analisis

Inflasi Singapura Lebih Rendah, tetapi Risiko Naik Jaga MAS Waspada terhadap Pengetatan

Inflasi Singapura meningkat pada bulan Juli tetapi tetap berada di bawah ekspektasi. Dengan kenaikan tarif utilitas lebih lanjut yang masih akan datang, harga minyak yang tinggi, serta potensi tekanan terkait cuaca terhadap harga pangan, risiko inflasi tetap cenderung ke sisi atas. Kondisi ini membuat pertemuan Monetary Authority of Singapore pada Oktober tetap terbuka bagi kemungkinan pengetatan kebijakan moderat lebih lanjut.

Inflasi Naik, tetapi Masih Banyak Didorong Biaya Energi

Inflasi IHK Singapura naik tipis menjadi 2,2% YoY pada bulan Juli dari 1,9% pada bulan Juni, tetapi masih di bawah ekspektasi pasar sebesar 2,4%. Inflasi inti meningkat lebih tajam menjadi 2,0% YoY dari 1,6%, meskipun juga di bawah prakiraan konsensus 2,2%. Meski pembacaan tahunan menguat, momentum harga yang mendasari melemah, dengan IHK (CPI) utama turun 0,2% MoM.

Kenaikan inflasi utama sebagian besar didorong oleh perumahan dan utilitas, dengan inflasi kategori tersebut meningkat menjadi 1,3% YoY dari 0,3% sebelumnya. Di dalamnya, harga listrik naik 9% YoY sementara harga gas meningkat 6% YoY, mencerminkan penerusan biaya energi yang lebih tinggi. Kenaikan inflasi inti juga menunjukkan bahwa tingginya harga minyak terus merembet ke berbagai komponen lain, terutama makanan dan tarif penerbangan. Sementara itu, inflasi akomodasi naik menjadi 0,8% YoY dari 0,6%, mencerminkan kenaikan sewa dan biaya pemeliharaan.

Risiko Inflasi ke Sisi Atas Membuat Pertemuan MAS Oktober Tetap Terbuka

Ke depan, kami menilai risiko terhadap prospek inflasi masih cenderung ke sisi atas dan memprakirakan inflasi inti akan meningkat lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Pertama, ketidakpastian yang terus berlanjut seputar konflik AS–Iran kemungkinan akan menjaga harga energi global tetap tinggi, sehingga meningkatkan risiko penerusan lebih lanjut ke harga barang dan jasa domestik. Selain itu, rumah tangga di Singapura menghadapi kenaikan tarif listrik sebesar 17% antara Juli dan September, sementara tarif gas kota telah naik 7,1%. Meskipun sebagian penyesuaian tersebut sudah tercermin dalam data Juli, dampak lanjutannya kemungkinan masih akan menopang inflasi dalam beberapa bulan ke depan.

Kedua, meningkatnya risiko El Niño dapat mendorong naik biaya pangan impor, menambah tekanan inflasi mengingat ketergantungan Singapura yang besar pada impor pangan. Ketiga, Singapura terus diuntungkan oleh investasi terkait AI yang kuat dan aktivitas pusat data, yang dapat mempertahankan permintaan domestik dan berkontribusi pada tekanan naik terhadap inflasi jasa.

Pada bulan Juli, MAS mengejutkan pasar dengan menaikkan kemiringan batas kebijakan SGD NEER “sangat sedikit”, menandakan kekhawatiran yang lebih besar terhadap risiko inflasi daripada yang diprakirakan investor. Meskipun data inflasi Juli berada di bawah ekspektasi konsensus, percepatan yang berlanjut pada inflasi utama maupun inti, ditambah risiko kenaikan yang masih berasal dari energi, pangan, dan permintaan domestik, menunjukkan bahwa MAS mungkin belum selesai mengetatkan kebijakan. Karena itu, kami menilai pertemuan kebijakan Oktober tetap terbuka dan tidak menutup kemungkinan adanya pengetatan moderat lebih lanjut.

Baca analisis aslinya di sini

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.