Harga Emas Turun dengan Cepat: Statistik Hampir Tidak Membantu
|Emas turun ke 4.033 USD per ons pada hari Kamis, melanjutkan penurunannya. Tekanan pada pasar diberikan oleh kenaikan tajam harga minyak di tengah serangan yang meningkat di Timur Tengah, yang sekali lagi meningkatkan kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kebijakan bank sentral yang lebih ketat.
Pada hari Rabu, Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap target-target Iran. Pada saat yang sama, Donald Trump menyatakan bahwa Tehran telah memberi sinyal kesiapan untuk kembali ke negosiasi, yang sedikit menurunkan ketegangan geopolitik.
Beberapa dukungan untuk emas datang dari data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan. Pada bulan Juni, harga produsen secara tak terduga turun untuk pertama kalinya dalam hampir satu tahun, sebagian besar disebabkan oleh energi yang lebih murah. Sebelumnya, data inflasi konsumen yang lebih lembut dari perkiraan juga dirilis.
Namun, angka-angka Juni ini belum mencerminkan konsekuensi dari konflik AS-Iran yang diperbarui. Kesepakatan damai sementara yang dicapai bulan lalu secara efektif telah berakhir, yang berarti risiko percepatan inflasi dan tekanan lebih lanjut pada emas tetap kuat.
Analisis Teknis
Pada grafik 4 jam XAU/USD, pasar telah membentuk kisaran konsolidasi di sekitar level 4.060 USD. Gelombang turun ke 4.015 USD dan gelombang naik ke 4.080 USD telah selesai. Diharapkan kelanjutan gelombang turun ke 3.920 USD, diikuti oleh potensi kenaikan ke 4.055 USD, dengan prospek gelombang meluas ke 4.150 USD. Indikator MACD mengonfirmasi momentum penurunan saat ini, dengan garis sinyalnya di bawah garis tengah dan mengarah ke bawah secara tegas.
Pada grafik 1 jam, pasar telah menembus di bawah level 4.060 USD dan membentuk struktur gelombang turun menuju 4.012 USD. Kisaran konsolidasi yang luas hampir terbentuk di sekitar 4.060 USD. Osilator Stochastic mengonfirmasi skenario ini, dengan garis sinyalnya tetap di bawah level 50 dan berada di bawah tekanan untuk turun ke 20.
Kesimpulan
Emas melanjutkan penurunan tajamnya karena kenaikan harga minyak dan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah memperkuat kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Meskipun data inflasi AS untuk Juni lebih lembut dari yang diprakirakan—dengan harga produsen yang secara tak terduga turun—angka-angka ini mendahului runtuhnya kesepakatan damai sementara dan ketegangan AS-Iran yang kembali memanas. Akibatnya, risiko percepatan inflasi dan tekanan lebih lanjut pada emas tetap kuat. Indikator teknis menunjukkan penurunan lebih lanjut menuju 3.920 USD, dengan setiap pemulihan kemungkinan akan dibatasi oleh kekhawatiran atas geopolitik dan inflasi yang terus berlanjut. Daya tarik logam mulia sebagai aset aman (safe-haven) mulai tergeser oleh prospek pengetatan kebijakan moneter yang berkelanjutan dari bank sentral..
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.